Sebenarnya apa tolak ukur seseorang itu dianggap aneh, ataupun dianggap Normal? bukankah Tuhan memang memberi kemampuan orang itu memang bermacam-macam.
Setelah melewati kehidupan 32tahun nya di dunia, rasanya aku baru bisa melihat diriku dari kacamata di luar diriku saat menjadi orang tua, yang kebetulan memiliki anak Istimewa seperti Hikam.
Dan rasanya Tuhan seperti tengah membukakan lembaran-lembaran baru tentang catatan perjalanan hidupku yang terlalu "lelah" menjalani kehidupan dunia yang terlalu "riuh, gaduh dan pengap"
Banyak hal yang nyatanya harus aku syukuri dengan sepenuh hati dan dengan bangga hati, ketika aku ini ternyata bukan orang aneh, lugu, kuper, keras kepala, ambisius, namun juga terlalu sensitif, takut kalah sebelum berperang, yang sering dibilang sebagai pengecut.
Rasanya banyak sekali predikat buruk yang disandangkan terhadapku dengan karakter semacam itu. Dan nyaris saja aku nggak kuat menjalani kehidupan dunia yang seakan tak pernah berpihak sedikitpun terhadapku.
Baik, Buruknya sebuah Peradaban bermula dari sebuah Kehangatan keluarga. Dan Rumah adalah tempat kita berteduh, belajar meramu dan merangkai semua mimpi bersama orang-orang yang kita cintai dan sayangi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
perjalananku ke sangiran
Aku punya teman di piwulang becik, namanya hana sama syafa. Hana punya adik namanya Hanif, dia anaknya usil. Kenapa usil? soalnya waktu aku ...
-
Anak bertalenta; biasanya menunjukkan produksi kreatifnya yg luar biasa di atas rata2. Terhadap anak2 seperti ini,biasanya orang tidak meli...
-
Sering orang mempertanyakan soal sosialisasi anak-anak Homeschooling ketika pertanyaan mereka tentang jalur pendidikan anak-anak Homeschool...
-
"Aku nggak mau ikut kejuaraan lagi" "Lha kenapa emang? Temannya mbak reka kan banyak disana"* ...
No comments:
Post a Comment