Showing posts with label Celoteh Anak. Show all posts
Showing posts with label Celoteh Anak. Show all posts

Thursday, November 17, 2016

Bahasa Tuhan lewat Nurani Anak


Sadar nggak sadar, sebenarnya kadang Allah itu menurunkan seorang anak untuk membenahi akhlak manusia yang buruk. Tahu kenapa??? Lihatlah anak-anak polos yang masih bening itu.
Ini mengingatkan seputar obrolan kami berdua selama di perjalanan ke Pekalongan kemarin.
Bahwa seorang anak ini bisa jadi, adalah sebuah Ujian atau Pengingat diri kita (sebagai orang tua)

Wednesday, November 16, 2016

Persahabatan Anak dan Orang Tua




Belajar bersosialisasi dengan baik...
itulah yang perlu kamu pelajari nak...
#irama persahabatan ala anak-anak#


Cas-Cus B.Inggris ala Hikam


Kadang aku ini seperti sedang ditampar dengan keterbatasanku memiliki anak semacam dia. Setelah kemarin bukunya angry bird aq umpetin, krn cara mainnya yg kacau. Sekarang ganti lagi cas cus b.inggris ala dia. Tapi uniknya, dia mau ngomong itu hanya pada kami berdua.
Aku sendiri pasif, dlm berbahasa asing. Termasuk b.arab, dikerucutkan lagi hanya pada ayat. Selain itu, kyaknya otakku nggak mau mrrespon itu. Makanya dulu pernah diketawain sama dosen timteng gara2 blekak-blekuk ðŸ˜„.
"Mom? Who is he?"
"Mom,what's that?"
"This is for you"
"What time is it, mom?"
"Thank's you" sambil nunggu aku ngucapin "your welcome"
dan masih banyak lagi kosa kata2 lainnya yg banyak nggak ku ingat.
Kadang dia keras banget tanya begitu, bikin aku benar2 pingin cari serbet dan lari dari hadapan orang banyak.
Kadang aq pura2 nggak dengar, dan dia makin keras ngomong ðŸ˜‚😭😭.
Sampe aku merasa bersalah lagi ngalihkan perhatian, aku downloadkan lagu-lagu dolanan ala anak-anak seperti lagu jaranan dkk. Yo pastinya dia hafal, lha wong kakaknya lebih cepat nangkep lagu2 jawa itu ketimbang dialog b.asing.
Sampe kadang mungkin reka agak gimana dengan hikam.
"Kok hikam ngomongnya b.inggris terus to Mi?"
"Biarin aja daripada main ketapel ala angry birds, pusing kita lihatnya"
Memiliki anak-anak seperti ini kadang bukannya kita sibuk mau mencarikan kegiatan biar bisa ini dan itu. Tapi justru kita nya yang dibikin sibuk, dipaksa belajar ini dan itu untuk mengatasi hausnya dia akan hal-hal yang ingin dia pelajari.
Masalahnya kalau tidak,,, ini akan jadi masalah besar lagi buat kami. Selain geraknya buanyakk... dia jadi gampang tantrum.
Satu hal yg ku antisipasi betul, "Hormatilah orang lain le. Kecuali mereka merampas hak privasimu"
Kadang ujungnya dia seperti frustasi sendiri menghadapi dirinya sendiri.
Itulah barangkali yang selalu dipesankan seorang ibu dari grup Gifted.
"Biarkan anak-anak itu tumbuh dengan polanya sendiri mbak"
"Dia hidup di dunia ini saja sudah kesulitan mengatasi dirinya sendiri, apalagi kalau kita suruh ikuti pola ini dan itu"
Njuk terus anak ini mau tak apakan Ibu.... ðŸ˜­ðŸ˜­

Lomba Mewarnai dari Reka


Tiba-tiba saja kemarin bilang. "Aku mau ngadakan lomba mewarnai, ummi"
"Yaa, terserah"
Begitu keluar dari kamar mandi.
"Jeng-jeng....!" print out an sudah setumpuk di atas printer.
Sorenya pulang-pulang laporan
"Nanti hadiahnya apa ya, ummi?
"Weiikkk??!"
"Mbak reka yang ngadain lomba yo hadiahnya mbak reka sendiri to yo...,"
"Memangnya punya uang?"
"Yang 50rb dikasih mbah itu?
Wadooo.... simalakama ni.
Kata x nanti kalo menang aku katanya suruh buatin slime.
"Yeee...?"
Hari ini, begitu dia siap2 berangkat les teman-temannya sudah datang.
"Yadouu??"
"Bentar ya, aku tak berangkat sik" katanya
Sekarang mereka sudah pada ngumpul di rumah pojok komplek.
Depan pintu pagar ditulisi dengan lembaran kertas
"Buka jam 11. Tutup jam 3"
😄😶
Dari luar aq dengar keributa salah seorang anak.
"Biarin kamu mau ikut lomba atau nggak! Pokoknya nanti kalau dapat hadiah, aq nggak mau bagi2"
Nah?? Dalah??? MATENG AKU
😅
#Anak-anak selalu punya cara sendiri ber Ekspresi#
Ada yang pernah ngalami hal yang sama??

Pilihan tidak masuk pondok

Sesaat saya berpikir, bahwa anak-anak yang memang punya bawaan indigo ini baiknya memang perlu banyak belajar realita sains. Men...